Sejarah Program Studi

       Jurusan Pendidikan Sejarah merupakan salah satu jurusan yang berada di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala. Jurusan Pendidikan Sejarah merupakan cikal bakal dari Jurusan Sejarah IKIP Bandung Cabang Banda Aceh, yang dibuka pada tahun 1966, dengan jumlah mahasiswa pertama sebanyak 28 orang. Saat masih berada dalam lingkungan IKIP Bandung Cabang Banda Aceh, bersama dengan Jurusan Ekonomi Perusahaan, Jurusan Ekonomi Koperasi, dan Jurusan Civic Hukum, Jurusan Sejarah berada dalam Fakultas Keguruan Ilmu Sosial.

           Pada tahun 1968, setelah terjadinya pengintegrasian IKIP Bandung Cabang Banda Aceh ke dalam Unsyiah berdasarkan S.K Dirjen Perguruan Tinggi No.161/1967/, tanggal 16 September 1967, tentang integrasi IKIP-IKIP Cabang ke dalam Universitas, Jurusan Pendidikan Sejarah berada di bawah Fakultas Keguruan. Perkembangan selanjutnya, terjadi integrasi sekali lagi antara Fakultas Keguruan dan Fakultas Ilmu Pendidikan berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No.16, tahun 1982 menjadi FKIP. Jurusan Sejarah menjadi Program Studi dalam Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sejak tahun 1967 – 1982, Program Studi Pendidikan Sejarah merupakan salah satu jurusan  di antara 9 jurusan  lainnya di lingkungan Fakultas Keguruan (FKg)  dan ditambah dengan lima jurusan di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Program Studi Pendidikan Sejarah,  resmi menjadi Program Studi pada tahun 1983, sesuai dengan SK Mendikbud Nomor: 0534/0/1983. Sejak saat itu, bersama Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Moral Pancasila, Program Studi Pendidikan Sejarah berada di bawah Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Dan pada tahun 2017 Program Studi Pendidikan Sejarah berubah menjadi Jurusan Pendidikan Sejarah yang berada dibawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), ditahun yang sama Jurusan Pendidikan Sejarah juga meraih Akreditasi BAN-PT B.

            Saat ini Jurusan Pendidikan Sejarah telah memiliki Ruang Baca dan Laboratorium Sejarah. Tercatat ada 11 tenaga pengajar (dosen) dan ditambah 2 tenaga pendidik yang bertugas sebagai tenaga administrasi. Dalam upaya meningkatkan jumlah lulusan yang mampu menggunakan Teknologi Informasi (TIK) dalam proses pengembangan pembelajaran dan mampu mengembangkan  media pembelajaran visual dan audio visual dilakukan dengan menerapkan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang tertuang dalam Perpres No 8 Tahun 2012 dan Permen Ristek Dikti No. 44 tahun 2015.

            Untuk meperluas khasanah kesejarahan dan pembelajaran sejarah Jurusan Pendidikan Sejarah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi seperti Dinas Pendidikan Aceh, PDIA, Pusat penyelidikan Arkeologi Global Universiti Sains Malaysia, dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatra Utara, dan lain-lain.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *